PeranEkonomi Kreatif di Indonesia sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2018 sektor ekonomi kreatif menyumbang pendapatan bersih sebesar 1000 Triliun, sehingga sangatlah memberikan kontribusi dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 7,28%. Diharapkan perkembangan dalam sektor ekonomi kreatif ini dapat terus berlanjut.
Diakuinyaproduk lokal kian hari semakin bagus dan berkualitas tidak kalah dengan luar negeri sehingga bisa memajukan negeri tercinta ini bukan memperkaya negara lain. "Kalau kita ingin menjadi negara maju, kita harus bangga dengan produk buatan Indonesia. Kalau sudah bangga maka, maka produk UMKM, pelaku usaha dalam negeri dapat menyerbu
Contohnya Indonesia tidak memiliki produk gandum yang mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Sehingga, produk gandum harus didatangkan dari luar negeri agar kebutuhan gandum dalam negeri terpenuhi. Alhasil, barang-barang dalam negeri seringkali kalah bersaing dibandingkan dengan produk impor. Di samping itu, impor juga bisa membuat cadangan
Meskiproduk lokal sedang menggeliat--dimulai dari tren kedai kopi yang menjamur hingga produk fashion di butik mewah di mal kenamaan--tapi secara umum produk Indonesia masih harus berjuang untuk merajai pasar di negeri sendiri. Salah satu tantangannya adalah soal jaringan pemasaran. Beruntung, kini kita bisa memanfaatkan teknologi digital.
Jakarta IDN Times - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan banyak produk keramik asal China beredar di pasar Indonesia. Kemenperin menekankan peredaran produk keramik itu harus dikendalikan. "Kita lihat memang banyak juga ya produk keramik impor yang beredar di pasar," kata juru bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (31/7/2023).
KomoditasImpor Indonesia Kegiatan import dapat terjadi karena permintaan di suatu negara tinggi sedangkan produksinya rendah. Dengan adanya hal ini, menyebabkan pemerintah Indonesia melakukan kegiatan tersebut agar bahan pangan tidak langka. Komoditas adalah suatu benda nyata yang diperdagangkan, dan dapat disimpan dalam waktu tertentu
PenjelasanTentang PIB. Sebelum membahas tentang fakta PIB maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu PIB impor apa itu sehingga Anda bisa mengetahuinya dengan jelas. Jadi, PIB atau Pemberitahuan Import Barang merupakan suatu dokumen pemberitahuan yang nantinya diberikan kepada Bea Cukai mengenai barang import dari luar negeri.
3 Produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk impor. 4. Berkembangnya budaya dari negara lain menyebabkan budaya lokal memudar. 5. Masyarakat mengalami cultural lag dan culture shock. Dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi ditunjukkan oleh angka
Berikutsolusi untuk meminimalkan produk nasional agar tidak kalah saing oleh produk impor 1. Meningkatkan daya saing agar dapat berkompetisi dengan produk impor terutama produk impor dari China. Caranya adalah dengan memperbaiki masalah infrastruktur. Karena mustahil bagi Indonesia untuk bersaing dengan China bila tidak ditopang dengan
Produkyang dikirimkan juga harus memenuhi standar ukuran, bentuk dan warna yang sesuai dengan minat di negara tujuan. Hambatan Komoditi Ekspor Indonesia Berbicara tentang pemenuhan syarat tentunya tidak dapat dipisahkan dengan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pemenuhan syarat tersebut.
kWulHk3. Tapi, dengan bantuan adanya marketplace dan digitalisasi, kita bisa memanfaatkan hal ituJakarta ANTARA - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM Indonesia perlu menjalankan strategi digital untuk bisa bersaing dengan produk impor karena secara kualitas produk lokal tidaklah kalah. Asdep Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI Destri Ana Sari berpendapat bahwa salah satu kendala dalam persaingan langsung head to head antara produk lokal dan impor, adalah karena pelaku UMKM mengatur segala aspek sendiri. "Kenapa kurang bersaing kalau head to head sama produk impor? UMKM kita ini bisa dibilang chief of everything. Mulai dari bahan baku, inovasi produk, persaingan, dan pengololaan," kata Destri, Sabtu. "Bagaimana menguatkan pemahaman dan strategi digital untuk membantu persaingan itu juga adalah keharusan," ujarnya melanjutkan. Sementara, VP of Corporate Communication Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan bahwa salah satu kendala daya saing produk lokal adalah karena kurangnya jangkauan pemasaran bila dibandingkan dengan produk luar negeri. "Ditambah dengan adanya insentif produk lokal, kualitas produk lokal kita tidak kalah. Hanya saja, jangkauan atau cara pemasarannya belum sebesar di luar negeri," kata dia. Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Aini ini mengatakan, upaya peralihan penjualan dari offline ke online di berbagai layanan penjualan seperti marketplace lokal, juga dapat mendorong persaingan produk ini. "Tapi, dengan bantuan adanya marketplace dan digitalisasi, kita bisa memanfaatkan hal itu. Tak lupa, konsumen juga harus mendukung produk lokal ini agar kian dikenal," ujarnya melanjutkan. Baca juga Digitalisasi, solusi UMKM bertahan kala pandemi Baca juga Luhut dukung usaha rintisan pro produk lokal Baca juga Normal baru, peluang bagi UMKM "go digital"Pewarta Arnidhya Nur ZhafiraEditor Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2020
Meski produk lokal sedang menggeliat-dimulai dari tren kedai kopi yang menjamur hingga produk fashion di butik mewah di mal kenamaan-tapi secara umum produk Indonesia masih harus berjuang untuk merajai pasar di negeri sendiri. Salah satu tantangannya adalah soal jaringan pemasaran. Beruntung, kini kita bisa memanfaatkan teknologi digital. Memang, apa hebatnya teknologi digital? Teknologi digital bisa membantu Anda menjangkau konsumen secara lebih luas, lebih personal, dan lebih efisien secara anggaran. Namun, produk Anda harus bisa mencuri perhatian, karena Anda akan bersaing dengan iklan visual produk asing yang menggemaskan. Jadi, tantangannya bukan sekadar mengetahui bagaimana cara menjual di lapak digital, tapi juga bagaimana cara menggunakan metode promosi yang tepat dan sesuai bagi calon atau konsumen Anda. Nah, untuk membantu Anda, berikut ini tips yang bisa Anda coba dalam memasarkan produk secara digital, agar produk Anda bisa dipakai dengan dan diterima secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia. 1. Kenali Dulu Pasar Anda di Lapak Digital Dunia digital tak sesempit gedung mal, bahkan dunia digital hampir tak ada sekat dan tak ada batas. Tentu saja ini bisa jadi keuntungan tersendiri apabila Anda tahu memanfaatkannya. Lihat kembali produk Anda, lalu kenalilah karakteristiknya. Untuk rentang usia berapa, kelas sosial apa, siapa kira-kira penyuka produk Anda, hingga media sosial apa yang cocok untuk produk tersebut. Ini semua agar promosi Anda di media sosial, market place, atau website, lebih tepat sasaran. Dengan mengetahui itu semua Anda bisa bergerak lebih efektif. 2. Pilih Media Paling Efektif Setelah mengenali siapa segmen atau konsumen produk Anda, saatnya, Anda memilih media yang sesuai untuk produk tersebut. Carilah media sosial dan market place yang paling banyak digunakan oleh target konsumen Anda. Misalnya, bila produk Anda memiliki visual menarik dan sasarannya adalah anak muda, Instagram bisa menjadi pilihan yang tepat. Tentu saja, unggahan visual produk Anda harus semenarik mungkin. Setelah itu, tak ada salahnya Anda memiliki lapak di market place, yang memiliki impresi positif di dunia digital. Jadi, Anda memiliki beberapa channel jualan market place, website, dan media sosial. Hal tersebut seperti Anda memiliki banyak cabang toko. 3. Kemasan Sesuai Segmen Setelah menentukan segmen dan memilih channel digital, saatnya Anda membuat produk dengan mutu yang baik dan mengemasnya sesuai segmen bisnis. Biasanya konsumen terpancing oleh kemasan yang menarik, sesuai tren, dan variatif. Bila menyasar kelas ekonomi atas, selain mutu yang baik, bentuk produk yang tak pasaran akan membuat calon pembeli melirik produk Anda. Untuk rentang harga yang masuk akal bagi semua kalangan ekonomi, Anda bisa mengemas produk dengan mutu yang cukup baik dan desain yang trendi. Hindari kesan produk yang monoton, karena pengguna internet dari kelas ekonomi menengah ke bawah pun ingin memiliki barang yang trendi. 4. Content is King Di lapak digital, konsumen tidak bisa memegang dan melihat produk secara langsung. Untuk itu, penting bagi Anda menampilkan konten produk sedetail mungkin dalam bentuk visual dan teks. Bila perlu, tampilkanlah video. Setelah itu, riset dan evaluasi mana kontent promosi yang paling banyak diminati oleh calon atau konsumen Anda. Gunakan juga, teman-teman yang aktif di media sosial dan memiliki banyak follower untuk memberikan testimoni tentang produk Anda. Konten juga erat kaitannya dengan momen, manfaatkanlah momen-momen tertentu untuk mengadakan promosi, misalnya HUT RI, hari pelanggan nasional, atau harbolnas hari belanja online nasional. 5. Dekat dengan Konsumen Terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan digital biodata merek Anda pada profil media sosial, website, atau di market place. Biodata harus lengkap dan jelas namun tetap ringkas dan mudah dipahami oleh konsumen. Dalam biodata, sisipkan pula nomor yang bisa saling berkirim pesan oleh konsumen. Pastikan admin nomor tersebut cukup responsif, informatif, komunikatif, dan tanggap masalah konsumen. Salah satu lapak digital yang laris manis adalah yang penjualnya mudah dihubungi. Dikarenakan lapak Anda belum sebesar korporasi ritel, ada baiknya menambahkan keterangan waktu dan hari admin aktif untuk dihubungi oleh konsumen. Berikan informasi pula, lama pengepakan barang saat transfer dana pembelian produk diterima dan waktu pengiriman produk kepada konsumen. Semakin jelas memberikan informasi, semakin Anda dekat dengan para pengguna internet. Sumber Diolah dari berbagai sumber Berikan Komentar Ada yang ingin ditanyakan? Silakan Tanya Ahli Ari Handojo Business Coach
Jumat, 9 Juni 2023 1550 WIB Himpunan Pedagang Pakaian Impor Indonesia HPPII bersama seluruh perwakilan pedagang pakaian thrifting se-Indonesia saat melakukan aksi demo di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa 6 Juni 2023. Unjuk rasa itu dilakukan sebagai bentuk kecemasan para pedagang pakaian bekas impor yang menilai pemerintah tidak memperhatikan nasib mereka menyusul adanya larangan penjualan pakaian bekas impor di Tanah Air. TEMPO/Subekti. Iklan Jakarta -Kementerian Perdagangan Kemendag menanggapi permintaan pedagang soal suplai produk UMKM pasca pelarangan bisnis baju bekas impor atau thrifting. Seperti diketahui, pemerintah sempat berjanji akan memberikan suplai produk lokal agar pedagang tak lagi menjual baju bekas impor. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga PKTN Kemendag Moga Simatupang berujar pihaknya dan Kementerian Koperasi dan UKM telah bertemu dengan para pedagang. Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan pedagang masih boleh menjual baju bekas impor yang terlanjur dimiliki. Namun setelah stok habis, tak boleh lagi melakukan impor baju bekas. "Kementerian Koperasi dan UKM sudah buat hotline, tinggal kontak untuk dapat pasokan baru produk lokal," tutur Moga saat ditemui di Kawasan Industri Keroncong, Banten pada Jumat, 9 Juni 2023. Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014, ujar Moga, importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru, apapun bentuknya. Sehingga impor barang bekas tidak dibolehkan, kecuali untuk kebutuhan investasi. Lebih lanjut, dia menekankan pelarangan bisnis baju bekas impor akan menggangu industri dalam negeri. Sebab, harga pakaian bekas jauh lebih murah, sehingga produk lokal akan kalah saing di pasaran."Kalau thrifting mengganggu industri lokal. Rp100 ribu bisa dapat 3-4 potong, bagaimana UMKM mau bersaing," kata Kemendag menyatakan akan terus ... 12 Selanjutnya Artikel Terkait Mendag Zulkifli Musnahkan Barang Impor Senilai Rp13,31 Miliar 3 hari lalu Bersama Presiden Jokowi, Mendag Zulkifli Kunjungi Pasar Produk Indonesia di Malaysia 4 hari lalu Thrifting Masih Marak, Pemerintah Rancang Aturan Baru 4 hari lalu Kemendag Musnahkan Produk Makanan hingga Parfum Ilegal, Nilainya Rp 13,3 Miliar Lebih 4 hari lalu Terpopuler Minat Investor Jepang ke Indonesia Kian Turun, Deretan Penyebab Kereta Cepat Berpotensi Molor Lagi 4 hari lalu Asosiasi Peternak Akui Harga Telur Mulai Turun tapi Tidak Merata 4 hari lalu Rekomendasi Artikel Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini. Video Pilihan Mendag Zulkifli Musnahkan Barang Impor Senilai Rp13,31 Miliar 3 hari lalu Mendag Zulkifli Musnahkan Barang Impor Senilai Rp13,31 Miliar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memimpin pemusnahan barang impor yang tidak sesuai ketentuan senilai Rp13,31 miliar. Bersama Presiden Jokowi, Mendag Zulkifli Kunjungi Pasar Produk Indonesia di Malaysia 4 hari lalu Bersama Presiden Jokowi, Mendag Zulkifli Kunjungi Pasar Produk Indonesia di Malaysia Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengapresiasi para pedagang asal Indonesia yang berjualan produk-produk Indonesia di Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia. Thrifting Masih Marak, Pemerintah Rancang Aturan Baru 4 hari lalu Thrifting Masih Marak, Pemerintah Rancang Aturan Baru Pemerintah tengah merancang regulasi baru berupa peraturan presiden atau Perpres terkait masih maraknya thrifting atau bisnis baju bekas impor. Kemendag Musnahkan Produk Makanan hingga Parfum Ilegal, Nilainya Rp 13,3 Miliar Lebih 4 hari lalu Kemendag Musnahkan Produk Makanan hingga Parfum Ilegal, Nilainya Rp 13,3 Miliar Lebih Kementerian Perdagangan Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga PKTN memusnahkan sejumlah produk ilegal. Terpopuler Minat Investor Jepang ke Indonesia Kian Turun, Deretan Penyebab Kereta Cepat Berpotensi Molor Lagi 4 hari lalu Terpopuler Minat Investor Jepang ke Indonesia Kian Turun, Deretan Penyebab Kereta Cepat Berpotensi Molor Lagi Pengamat ekonomi Faisal Basri menyebut minat investasi Jepang di Indonesia semakin menurun. Asosiasi Peternak Akui Harga Telur Mulai Turun tapi Tidak Merata 4 hari lalu Asosiasi Peternak Akui Harga Telur Mulai Turun tapi Tidak Merata Harga telur yang melambung belakang disebut sudah turun. Presiden Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi mengakui harga telur belum turun merata. Harga Telur Masih Meroket Menjelang Idul Adha, Kemendag Pertimbangkan 2 Solusi Ini 5 hari lalu Harga Telur Masih Meroket Menjelang Idul Adha, Kemendag Pertimbangkan 2 Solusi Ini Kemendag mengakui harga telur masih tinggi. Namun, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim optimistis harga telur dapat segera melandai. Soal Utang Minyak Goreng Rp 800 Miliar, Kemendag Sebut Jumlahnya Berbeda dari Hasil Verifikasi 5 hari lalu Soal Utang Minyak Goreng Rp 800 Miliar, Kemendag Sebut Jumlahnya Berbeda dari Hasil Verifikasi Kementerian Perdagangan Kemendag mengungkapkan kelanjutan polemik utang subsidi minyak goreng tahun lalu. Mendag Zulkifli Hasan Dukung UKM Indonesia Tingkatkan Ekspor ke Malaysia 5 hari lalu Mendag Zulkifli Hasan Dukung UKM Indonesia Tingkatkan Ekspor ke Malaysia Domart merupakan minimarket pertama yang 100 persen menjual produk Indonesia Sengkarut Penyebab Lonjakan Harga Telur Ayam ke Level Tertinggi dan Rentetan Dampaknya ke Inflasi 5 hari lalu Sengkarut Penyebab Lonjakan Harga Telur Ayam ke Level Tertinggi dan Rentetan Dampaknya ke Inflasi Kenaikan harga telur ayam saat ini tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Apa sebabnya dan bagaimana rentetan dampaknya ke laju inflasi?